Friday, February 12, 2016

Aku Arab Tua Tidak Berguna

Hidup ini mungkin terlihat sedernaha akan tetapi sesungguhnya tidak sesederhana yang terlihat. Ada rantai sebab akibat dari semua peristiwa yang kita alami yang mungkin kita tidak pernah mengerti. Berikut adalah cuplikan cerita dari buku "Rembulan teggelam di wajahmu" karya Darwis Tere Liye.

~~~ o0o ~~~

Alkisah, ada seorang Arab tua, renta, sakit-sakitan. Selama delapan puluh tahun Arab tua itu tinggal di oase gurun. Kehidupan oase yang biasa-biasa saja. Berkali ia bertanya pada dirinya. Untuk apa hidupnya begitu panjang jika hanya terjebak pada sesuatu yang tidak berarti. Ketika oase mulai mengering, dan orang-orang mulai pindah, ia memaksakan diri bertahan. Tubuh tuanya tidak bisa lagi diajak pergi.
Delapan puluh tahun yang tak berarti. Ia menjalani masa kanak-kanak seperti teman-temannya. Menjadi remaja, dan bicara cinta. Bekerja menjadi pandai besi. Menikah. Punya anak. Dan seterusnya. Sama seperti penduduk oase lainnya. Istrinya meninggal saat tubuhya beranjak tua. Beberapa tahun kemudian anak-anaknya pergi ke kota lain. Dan ia tertinggal, sendiri. Sibuk berteman dengan pertanyaan, apa arti seluruh kehidupan yang dimilikinya.
Suatu hari, serombongan karavan melintasi puing-puing oase yang mengering. Mereka tiba persis saat Arab tua itu meninggal di rumah kecil dan buruknya. (Hingga maut menjemput Arab tua itu tidak tahu apa sebab-akibat hidupnya.) Karavan itu tidak peduli, meneruskan perjalanan setelah mengisi penuh-penuh tempat air. Hanya satu yang peduli. Orang itu berbaik hati menguburkan Arab tua tersebut.
Dan ternyata, orang yang berbaik hati itu terselamatkan dari pembantaian Suku Badui, kawanan bandit yang menguasai gurun. Karavan yang pergi lebih dulu ternyata binasa, tidak bersisa. Orang baik hati itu baru berjalan esok harinya, dan ia menemukan bangkai dan sisa-sisa pertempuran mereka.
Beberapa generasi berikutnya… Dari orang baik hati itu ternyata lahir seorang manusia pilihan. Manusia pilihan yang orang-orang kelak menyebutnya al-amin
Kita tidak tahu apa yang akan terjadi kalau Arab tua itu tidak meninggal hari itu, di tempat itu. Mungkin orang baik hati itu akan terbantai juga. Apa yang akan terjadi dengan generasi keturunannya kalau Arab tua itu tidak tinggal di oase itu. Bagaimana dengan nasib pembawa risalah itu. Itulah sebab-akibat kehidupan Arab tua tersebut. Yang sayangnya tidak ia ketahui hingga maut menjemputnya.
~~~ o0o ~~~

Mungkin kisah ini tidak pernah terjadi, tapi di dunia yang konon terjadi dari sebuah ledakan besar di alam semesta hal itu bukanlah sesuatu yang tidak mungkin. Semua yang kita alami bisa jadi adalah satu mata rantai dalam sebuah rangkaian peristiwa. Kita cukup berbaik sangka pada Sang Penulis peristiwa.

Thursday, February 11, 2016

I Do Not Choose To Be A Common Man

I Do Not Choose To Be A Common Man

I do not choose to be a common man,
It is my right to be uncommon … if I can,
I seek opportunity … not security.
I do not wish to be a kept citizen.
Humbled and dulled by having the
State look after me.
I want to take the calculated risk;
To dream and to build.
To fail and to succeed.
I refuse to barter incentive for a dole;
I prefer the challenges of life
To the guaranteed existence;
The thrill of fulfillment
To the stale calm of Utopia.
I will not trade freedom for beneficence
Nor my dignity for a handout
I will never cower before any master
Nor bend to any threat.
It is my heritage to stand erect.
Proud and unafraid;
To think and act for myself,
To enjoy the benefit of my creations
And to face the world boldly and say:
This, with God’s help, I have done
All this is what it means
To be an Entrepreneur.

My Creed, ~ Dean Alfange ~