Saturday, February 20, 2016

Trik Perbaiki Tombol Remote Control Macet

Kali ini saya akan berbagi trik untuk memperbaiki remote control yang satu atau beberapa tombolnya macet. Trik ini saya dapat dari tempat reparasi televisi. Ceritanya saat itu TV saya rusak, source TV tidak terdeteksi jadi cuma muncul logo TV saja lalu berubah jadi layar biru. Setelah diperbaiki ternyata beberapa tombol remote controlnya juga ada yang tidak berfungsi. Saat ditekan tidak respon padahal tombol lain bisa berfungsi normal. Tapi memang remote TV saya sudah tidak orisinil lagi, sudah saya ganti dengan remote universal.

Untuk perbaikan remote control yang macet ini yang perlu dipersiapkan hanya aluminium foil dan double tape. Jika tidak punya aluminium foil yang lembaran kita bisa pakai aluminium bekas "grenjeng" bungkus rokok. Kenapa saya pakai aluminium foil karena aluminium foil bisa berfungsi sebagai konduktor / penghantar listrik dan mudah didapatkan.

Sebelum saya bagikan trik perbaikan remote control ini perlu kita ketahui mekanisme dari tombol remote control ini jadi mungkin nanti perbaikan tidak harus dengan aluminium foil tetapi mungkin bisa menggunakan bahan lain yang mempunyai fungsi sama. Tombol remote control berfungsi karena ada "sesuatu" yang menghubungkan 2 garis pada PCB yang berfungsi sebagai "tombol on off". "sesuatu" itu biasanya berupa karbon yang ditempelkan pada karet tombol remore control yang biasa kita tekan-tekan. Jika karbon ini tergores-gores bisa habis sehingga tombol tidak berfungsi. Nah, aluminium foil ini bisa difungsikan untuk menggantikan fungsi dari karbon yang hilang.

Berikut langkah-langkah perbaikannya:

  1. Periksa tombol mana yang macet. Bila ragu apakah tombolnya macet atau tidak, coba trik ini. Gunakan kamera handphone dan arahkan ke ujung atas remote lalu coba tekan tombol remote. Tombol yang masih aktif saat ditekan jika ujung sensor remote dilihat dengan kame ra handphone akan bersinar biasanya warna merah (lihat gambar). Jika tidak ada respon terlihat di kamera berarti tombolnya macet.
  2. Buka remote control, biasanya setelah ada baut yang perlu dibuka masih perlu untuk mencongkel tepian remote untuk memisahkan antara penutup bagian depan dan bagian belakang. Gunakan pisau tumpul untuk mencongkelnya.
  3. Potong aluminium foil seukuran tombol karet remote bagian dalam dan pada sebelah dalam karet remote control yang macet.
  4. Pasang kembali remote dan coba cek apakah tombol bisa berfungsi dengan kamera handphone seperti pada langkah 1.
  5. Selesai.


Demikian trik yang saya bagikan kali ini semoga bermanfaat.

Wednesday, February 17, 2016

Lagu yang Tak Sanggup Aku Nyanyikan (bagian 2)

Selain Lagu "Ketika Tangan dan Kaki Berkata" ada 2 lagu lagi yang juga tak bisa saya nyanyikan sampai selesai yaitu Lagu Dealova dan Sandaran Hati.


Once - Dealova



Aku ingin menjadi mimpi indah dalam tidurmu
aku ingin menjadi sesuatu yang mungkin bisa kau rindu
Karena langkah merapuh tanpa dirimu
Karena hati telah letih

Aku ingin menjadi sesuatu yg selalu bisa kau sentuh
Aku ingin kau tahu bahwa aku selalu memujamu
Tanpamu sepinya waktu merantai hati
Bayangmu seakan-akan.....

Kau seperti nyanyian dalam hatiku
Yang memanggil rinduku padamu
Seperti udara yg kuhela kau selalu ada

Hanya dirimu yg bisa membuatku tenang
Tanpa dirimu aku merasa hilang
Dan sepi...

Tuesday, February 16, 2016

Lagu yang Tak Sanggup Aku Nyanyikan (bagian 1)

Suatu saat saya pernah mendapatkan sebuah training untuk pengembangan diri. Pada awal sesi kita disuruh menyanyikan Lagu Indonesia Raya. Setelah selesai lagu kami nyanyikan trainer marah-marah luar biasa, karena menganggap kami tidak menyanyi sepenuh hati. Lalu kami disuruh mengulangi menyanyi Lagu Indonesia Raya kembali. Selesai kami nyanyikan dia masih belum puas dan diulang-ulang lagi sampai 3 atau 5 kali sampai dia merasa puas. Banyak di antara kami yang sampai menangis saat menyanyikannya. Sampai saat ini pun jika saya menyanyi lagu Indonesia bersama-sama selalu mata saya sembab.

Ada lagi lagu yang selalu tak sanggup saya nyanyikan sampai akhir jika hanya sendirian. Salah satunya adalah lagu "Ketika Tangan dan Kaki Berkata" yang dinyanyikan oleh Almarhum Chrisye. Lagu ini diciptakan oleh Taufiq Ismail. Dalam artikel di majalah sastra HORISON beliau menulis tentang Krismansyah Rahadi (1949-2007), penyanyi lagu ini:

Friday, February 12, 2016

Aku Arab Tua Tidak Berguna

Hidup ini mungkin terlihat sedernaha akan tetapi sesungguhnya tidak sesederhana yang terlihat. Ada rantai sebab akibat dari semua peristiwa yang kita alami yang mungkin kita tidak pernah mengerti. Berikut adalah cuplikan cerita dari buku "Rembulan teggelam di wajahmu" karya Darwis Tere Liye.

~~~ o0o ~~~

Alkisah, ada seorang Arab tua, renta, sakit-sakitan. Selama delapan puluh tahun Arab tua itu tinggal di oase gurun. Kehidupan oase yang biasa-biasa saja. Berkali ia bertanya pada dirinya. Untuk apa hidupnya begitu panjang jika hanya terjebak pada sesuatu yang tidak berarti. Ketika oase mulai mengering, dan orang-orang mulai pindah, ia memaksakan diri bertahan. Tubuh tuanya tidak bisa lagi diajak pergi.
Delapan puluh tahun yang tak berarti. Ia menjalani masa kanak-kanak seperti teman-temannya. Menjadi remaja, dan bicara cinta. Bekerja menjadi pandai besi. Menikah. Punya anak. Dan seterusnya. Sama seperti penduduk oase lainnya. Istrinya meninggal saat tubuhya beranjak tua. Beberapa tahun kemudian anak-anaknya pergi ke kota lain. Dan ia tertinggal, sendiri. Sibuk berteman dengan pertanyaan, apa arti seluruh kehidupan yang dimilikinya.
Suatu hari, serombongan karavan melintasi puing-puing oase yang mengering. Mereka tiba persis saat Arab tua itu meninggal di rumah kecil dan buruknya. (Hingga maut menjemput Arab tua itu tidak tahu apa sebab-akibat hidupnya.) Karavan itu tidak peduli, meneruskan perjalanan setelah mengisi penuh-penuh tempat air. Hanya satu yang peduli. Orang itu berbaik hati menguburkan Arab tua tersebut.
Dan ternyata, orang yang berbaik hati itu terselamatkan dari pembantaian Suku Badui, kawanan bandit yang menguasai gurun. Karavan yang pergi lebih dulu ternyata binasa, tidak bersisa. Orang baik hati itu baru berjalan esok harinya, dan ia menemukan bangkai dan sisa-sisa pertempuran mereka.
Beberapa generasi berikutnya… Dari orang baik hati itu ternyata lahir seorang manusia pilihan. Manusia pilihan yang orang-orang kelak menyebutnya al-amin
Kita tidak tahu apa yang akan terjadi kalau Arab tua itu tidak meninggal hari itu, di tempat itu. Mungkin orang baik hati itu akan terbantai juga. Apa yang akan terjadi dengan generasi keturunannya kalau Arab tua itu tidak tinggal di oase itu. Bagaimana dengan nasib pembawa risalah itu. Itulah sebab-akibat kehidupan Arab tua tersebut. Yang sayangnya tidak ia ketahui hingga maut menjemputnya.
~~~ o0o ~~~

Mungkin kisah ini tidak pernah terjadi, tapi di dunia yang konon terjadi dari sebuah ledakan besar di alam semesta hal itu bukanlah sesuatu yang tidak mungkin. Semua yang kita alami bisa jadi adalah satu mata rantai dalam sebuah rangkaian peristiwa. Kita cukup berbaik sangka pada Sang Penulis peristiwa.

Thursday, February 11, 2016

I Do Not Choose To Be A Common Man

I Do Not Choose To Be A Common Man

I do not choose to be a common man,
It is my right to be uncommon … if I can,
I seek opportunity … not security.
I do not wish to be a kept citizen.
Humbled and dulled by having the
State look after me.
I want to take the calculated risk;
To dream and to build.
To fail and to succeed.
I refuse to barter incentive for a dole;
I prefer the challenges of life
To the guaranteed existence;
The thrill of fulfillment
To the stale calm of Utopia.
I will not trade freedom for beneficence
Nor my dignity for a handout
I will never cower before any master
Nor bend to any threat.
It is my heritage to stand erect.
Proud and unafraid;
To think and act for myself,
To enjoy the benefit of my creations
And to face the world boldly and say:
This, with God’s help, I have done
All this is what it means
To be an Entrepreneur.

My Creed, ~ Dean Alfange ~