Wednesday, February 17, 2016

Lagu yang Tak Sanggup Aku Nyanyikan (bagian 2)

Selain Lagu "Ketika Tangan dan Kaki Berkata" ada 2 lagu lagi yang juga tak bisa saya nyanyikan sampai selesai yaitu Lagu Dealova dan Sandaran Hati.


Once - Dealova



Aku ingin menjadi mimpi indah dalam tidurmu
aku ingin menjadi sesuatu yang mungkin bisa kau rindu
Karena langkah merapuh tanpa dirimu
Karena hati telah letih

Aku ingin menjadi sesuatu yg selalu bisa kau sentuh
Aku ingin kau tahu bahwa aku selalu memujamu
Tanpamu sepinya waktu merantai hati
Bayangmu seakan-akan.....

Kau seperti nyanyian dalam hatiku
Yang memanggil rinduku padamu
Seperti udara yg kuhela kau selalu ada

Hanya dirimu yg bisa membuatku tenang
Tanpa dirimu aku merasa hilang
Dan sepi...



Mungkin setelah mendengan lagu ini sekilas kita langsung membayangkan besarnya cinta seorang lelaki kepada seorang perempuan, apalagi lagu ini dibawakan oleh Once. Tapi jika kita cermati lebih jauh pastilah ada sesuatu yang lebih besar dari cinta kepada seorang manusia.

Dealova mempunyai arti "Sebuah Cinta" atau bisa juga diartikan sebagai "Puji-pujian". Sebagai tambahan, lagu ini diciptakan oleh Opick yang terkenal dengan lagu "Tombo Ati"-nya. Oleh karena itu saya selalu beranggapan bahwa lagu Dealova ini adalah lagu religi. Cobalah baca lirik lagunya dan hayati isinya.


Letto - Sandaran Hati


Awalnya lagu yang akrab di telinga ini biasa saja seperti juga lagu-lagu lainnya, sampai saya melihat DP BBM seorang teman seperti di bawah. Ada textnya di situ dan saya langsung mengenali bahwa ini adalah lirik dari Lagu Sandaran Hati. Kini setiap mendengar lagu ini jadi ada perasaan yang berbeda dan jika mencoba menyanyikannya seakan-akan kata hanya tertinggal di tenggorokan.


Yakinkah ku berdiri
Di hampa tanpa tepi
Bolehkah aku
Mendengarmu

Terkubur dalam emosi
Tanpa bisa bersembunyi
Aku dan nafasku
Merindukanmu

Terpuruk ku di sini
Terangi dia yang sepi
Dan ku tahu pasti
Kau menemani

Dalam hidupku
Kesendirianku

Teringat ku teringat
Pada janjimu ku terikat
Hanya sekejap ku berdiri
Kulakukan sepenuh hati
Peduli ku peduli
Siang dan malam yang berganti
Sedihku ini tak ada arti
Jika kaulah sandaran hati
Kaulah sandaran hati
Sandaran hati

Inikah yang kau mau
Benarkah ini jalanmu
Hanyalah engkau yang ku tuju

Pegang erat tanganku
Bimbing langkah kakiku
Aku hilang arah
Tanpa hadirmu
Dalam gelapnya
Malam hariku

Lagu ini diciptakan oleh Noe (Sabrang Mowo Damar Panuluh) yang adalah putra pertama dari Budayawan kondang Emha Ainun Najib. Pantaslah jika liriknya mempunyai makna yang mendalam. Lagu ini membuat kita selalu teringat dan terikat pada "janji" syahadat kita kepada Allah. Walaupun kita hanya "sejenak berdiri" saat shalat baik di siang maupun malam, sejenak jika dibandingkan dengan waktu yang dikaruniakan kepada kita, tapi harus dilakukan dengan khusyu' sepenuh hati. Akhirnya membuat kita tersadar bahwa Allah-lah pembimbing kita, hanya Dia "Sandaran Hati"


No comments:

Post a Comment