Wednesday, March 2, 2016

Dua Bata

Seorang tukang bangunan membangun sebuah tembok. Ia begitu ingin membuat tembok yang indah. Batu bata yang dipakai adalah batu bata pilihan, dan ia berniat tidak memplesternya agar tiap orang bisa melihat keindahan tatanan batu bata di temboknya.

Pada akhirnya selesailah bangunan tembok itu seperti yang ia harapkan. Ia sudah membangun sebuat tembok yang menghabiskan 100 buah batu bata. Ia mengecek hasilnya sekali lagi. Ternyata ada dua bata yang susunannya miring. Ia berniat untuk membongkarnya. Ia menyatakan hal itu pada majikannya.

Di luar dugaan, majikannya tidak marah atau menyuruh membongkarnya, tapi ia berkata.
"Kenapa engkau berniat membongkar tembok yang mempunyai 98 batu bata indah ini?"

------------ (Sumber : Cacing dan Kotoran kesayangannya) -----------

Berapa banyak di antara kita yang tidak menghargai jerih payah istri, teman, atau bawahan kita yang telah melakukan 98 pekerjaan sempurna, dan hanya melihat 2 kesalahannya saja?

Berapa banyak pasangan yang mengorbankan keharmonisan rumah tangganya hanya karena 2 kesalahan, sementara 98 kebaikannya tak pernah diingatnya?

Tidak ada manusia yang sempurna tanpa melakukan kesalahan. Kebahagiaan bukan ditentukan oleh kesempurnaan tapi bagaimana sikap kita menjalani hidup dengan ketidaksempurnaan itu.

No comments:

Post a Comment