Sunday, March 13, 2016

Gerhana Bulan


Menyambung tulisan sebelumnya tentang Gerhana Matahari, kali ini kita akan membahas masalah gerhana bulan. Jika Gerhana matahari terjadi pada saat bulan berada pada posisi tepat di antara Matahari dan Bumi yaitu pada sekitar tanggal 1 penanggalan bulan, maka gerhana bulan terjadi pada saat bulan purnama yaitu saat bulan berada pada posisi di belakang bumi atau bumi berada tepat di antara matahari dan bulan sehingga bulan berada pada bayang-bayang bumi.

Pada umumnya gerhana bulan total lebih jarang terjadi karena kemiringan bidang orbit bulan terhadap bidang ekliptika sebesar 5°sehingga bulan seringkali berada di luar bayang-bayang bumi. Untuk jelasnya silakan kunjungi https://en.wikipedia.org/wiki/List_of_central_lunar_eclipses. Lihat dalam ilustrasi berikut.


Perpotongan bidang orbit bulan dengan bidang ekliptika akan memunculkan 2 buah titik potong yang disebut node, yaitu titik di mana bulan memotong bidang ekliptika. Gerhana bulan ini akan terjadi saat bulan beroposisi pada node tersebut. Bulan membutuhkan waktu 29,53 hari untuk bergerak dari satu titik oposisi ke titik oposisi lainnya. Maka biasanya jika terjadi gerhana matahari akan diikuti dengan gerhana Bulan atau malah gerhana bulan terjadi sebelumnya dalam rentang waktu 14-15 hari karena kedua node tersebut terletak pada garis yang menghubungkan antara Matahari dengan bumi.

Sebenarnya, pada peristiwa gerhana bulan, seringkali bulan masih dapat terlihat. Ini dikarenakan masih adanya sinar Matahari yang dibelokkan ke arah bulan oleh atmosfer bumi. Dan kebanyakan sinar yang dibelokkan ini memiliki spektrum cahaya merah. Itulah sebabnya pada saat gerhana bulan, bulan akan tampak berwarna gelap, bisa berwarna merah tembaga, jingga, ataupun coklat.

Gerhana Bulan dapat dibagi menjadi tiga yaitu:

1. Gerhana Bulan Total
Pada gerhana ini,bulan melalui titik pusat daerah umbra dan warna bulan menjadi merah merata.

2. Gerhana Bulan Sebagian
Pada gerhana ini, bumi tidak seluruhnya menghalangi bulan dari sinar matahari. Sedangkan sebagian permukaan bulan yang lain berada di daerah penumbra. Sehingga masih ada sebagian sinar Matahari yang sampai ke permukaan bulan.

3. Gerhana Bulan Penumbra
Pada gerhana ini, seluruh bagian bulan berada di bagian penumbra. Sehingga bulan masih dapat terlihat dengan warna yang suram.

Berbeda dengan Gerhana Matahari yang hanya terjadi di sebagian area saja di bumi, Gerhana Bulan terjadi dan dapat disaksikan oleh seluruh wilayag di belahan bumi manapun yang saat itu bisa melihat bulan. Jika gerhana matahari hanya berlangsung beberapa menit saja, maka gerhana bulan dapat berlangsung beberapa jam. Gerhana bulan dapat diamati dengan mata telanjang dan tidak berbahaya sama sekali.

No comments:

Post a Comment