Sunday, June 5, 2016

Install Ubuntu Mate di Axioo Neon MNC



Laptop Axioo Neon MNC yang sudah berumur 6 tahun sudah minta pensiun.
- Engsel layar sudah patah dan layar "mangap".
- 2 lajur tombol keyboard (8 tombol) sudah tidak berfungsi mulai dari -, = dan tombol bawahnya.
- Tombol angka 7 ilang ("cumplung").
- Hardisk rewel. Windows sering BSOD, Browser sering force closed, Ubuntu sering gagal loading.
- CD drive dan Card reader tidak berfungsi.
- VGA bermasalah, layar bergaris.
- Battere rewel, belum 1 jam sudah habis.
Setelah memutuskan untuk ganti laptop maka Axioo ini saya format ulang dan saya coba install Ubuntu Mate, single boot saja. Jika dilihat dari speknya sih masih bisa seharusnya.

Dikarenakan CD Drive tidak berfungsi maka saya harus buat USB installer, saya coba buat USB installer dengan Universal USB installer, tapi ternyata gagal booting. Maka saya coba untuk buat USB Installer dengan Win32 Disk Imager. Awalnya ragu karena saya pernah pakai Win32 Disk Imager ini untuk install Ubuntu di Laptop Lenovo Ideapad 300S yang BIOSnya UEFI bukan yang legacy. Ternyata kali ini saya berhasil boot dan install Ubuntu Mate.

Harddisk yang hanya 250 GB saya partisi 3, 45 GB untuk root, 4 GB untuk swap dan 200 GB untuk Home atau data. Saya menggunakan Ubutu Mate 32 bit yang terbaru dan erhasil jalan di Axioo lama saya tanpa hambatan. Booting cukup cepat bahkan lebih cepat dari Lenovo baru saya. Ubuntu Mate berjalan lancar dan tidak pernah gagal booting atau hang. Browser sampai tulisan ini dibuat juga tidak pernah force closed.

Satu masalah yang selalu muncul di Axioo Neon yang VGA-nya menggunakan SIS Mirage 671 adalah di tampilan layarnya. Resolusi hanya bisa 600 x 800 pixel sehingga tulisannya jadi besar. Akan tetapi setelah browsing akhirnya bisa diperbaiki. Tinggal edit file /etc/X11/xorg.conf dan masukkan konfigurasi berikut:

Section "Device"
  Identifier "Generic Video Card"
    VendorName  "Silicon Integrated Systems [SiS]"
        BoardName   "771/671 PCIE VGA Display Adapter"
    Busid "PCI:1:0:0"
    Driver "vesa"
    Screen 0
        Option "UseFBDev" "true"
        Option "DPMS"
        Option "ShadowFB"
        Option "MaxXFBMem"
        VideoRam 262016
        Option "RenderAccel" "true"
        Option "AllowGLXWithComposite" "true"
        Option "backingstore" "true"
        Option "AddARGBGLXVisuals" "True"
EndSection
Section "Module"
    Load "dri"
    Load "dbe" # Double-Buffering Extension
    Load "v4l" # Video for Linux
    Load "extmod"
    Load "type1"
    Load "freetype"
    Load "glx" # 3D layer
    Load "GLcore"
    Load "i2c"
    Load "bitmap"
    Load "ddc"
    Load "int10"
    Load "vbe"
    Load "speedo"
    Load "record"
EndSection
Section "DRI"
        Mode 0666
EndSection
Sekarang layar bisa diset dengan konfigurasi 1024 x 768 pixel sehingga lebih nyaman. Akhirnya Axioo tua saya bisa digunakan kembali. Uuntu Mate sudah menyediakan paket "Onboard" yaitu on screen keyboard agar mengetik lebih nyaman.

Saturday, June 4, 2016

Dual Boot Windows 10 dan Ubuntu Mate di Lenovo Ideapad 300S

Dikarenakan Laptop Axioo Neon MNC sudah harus pensiun, maka mau tidak mau harus dicarikan penggantinya. Karena kebutuhannya hanya untuk browsing, kerja ringan dan streaming "drama korea" saja maka pilihan jatuh ke Netbook Lenovo Ideapad 300S karena harganya yang terjangkau dan cukup untuk kebutuhan tersebut.


Netbook 12 inch ini sudah dibekali dengan Windows 10 home dan BIOS-nya menggunakan UEFI sehingga awalnya agak ragu untuk dipasangi Linux, apalagi penjualnya bilang "tidak bisa dual boot". Pada akhirnya setelah browsing ke sana ke mari maka dibulatkan tekad untuk menyandingkan Windows 10 dengan Linux. Pilihan jatuh ke Ubuntu Mate yang disesuaikan dengan spek Netbook. Paduan instalasinya saya baca dari http://winpoin.com/cara-dual-boot-ubuntu-16-04-lts-dan-windows-10-full-tutorial/.

Peralatan yang dibutuhkan:

  1. File iso installer Ubuntu Mate dapat diunduh di https://ubuntu-mate.org/download/
    saya pilih release terbaru yang 64 bit sesuai spek Netbook.
  2. Win32 Disk Imager dapat diunduh di http://sourceforge.net/projects/win32diskimager/
    Untuk membuat USB installer
  3. USB Flash Disk

Setelah iso Ubuntu Mate dan Win32 Disk Imager diunduh, install Win32 Disk Imager di Windows 10 dan buat USB installer dari file iso Uuntu Mate. Cara membuatnya tidak akan dijelaskan detail di sini karena cukup mudah.

Sebelum install siapkan dulu partisi di harddisk untuk Linux. Saya menggunakan Disk Management di Windows 10. Karena Windows 10 yang saya punya adalah bawaan dari vendor maka hardisknya suda ada banyak partisi untuk booting, recovery, source, data dan lain-lain. Saya buat partisi baru dengan terlebih dahulu shrink volume partisi data (Drive E saya ada 320GB dari total harddisk 500GB). Saya ambil 20GB untuk partisi baru. Biarkan saja partisi ini tidak usah diformat karena nanti akan kita partisi lagi di Linux. Tampilannya kira-kira seperti ini.



Setelah itu kita baru restart komputer dan boot dari FlashDisk. Sebelumnya saya non-aktifkan dulu fungsi fast start up di Windows 10 agar bisa boot dari USB. Di Lenovo Ideapad 300S untuk bisa boot dari USB maka harus boot dengan menekan Novo Button di sebelah tombol Power (karena tombolnya di dalam maka harus menggunakan paperclip atau peniti). Setelah muncul boot menu pilih untuk boot dari USB.

Setelah boot dari USB maka pilih untuk mencoba Ubuntu Mate tanpa install dahulu karena kita perlu partisi Hardisk. Setelah masuk ke Ubuntu Mate secara Live maka lakukan partisi harddisk dengan gparted. Pilih area harddisk yang masih unalocated yang sudah kita siapkan dari Windows. di sini saya buat 3 partisi baru. 1 GB untuk partisi boot, 4 GB untuk swap area dan sisanya 15 GB untuk instalasi Ubuntu Mate atau partisi root.

Setelah partisi selesai maka lakukan instalasi Ubuntu Mate. Pilih opsi Something Else untuk instalasinya agar kita bisa memilih partisi yang akan kita gunakan.
Mount / untuk partisi root 15 GB, /boot untuk partisi 1 GB dan swap untuk partisi 4 GB. Boot loader di set di partisi boot. untuk contohnya seperti gambar.


Lakukan instalasi dan tunggu sampai selesai. Saat selesai cabut USB Flashdisk dan reboot. Di sini ternyata saat boot komputer saya langsung masuk ke GRUB menu dan sudah terdeteksi Opsi untuk Ubutu Mate dan Windows 10. Beberapa tutorial menyebutkan jika boot akan masuk ke windows tanpa ada pilihan Ubuntu. Karena itu harus diinstall EasyBCD untuk boot manager di Windows dan setting manual opsi boot ke Linux. Saya coba install EasyBCD tapi tidak berhasil membuat boot ke Linux.

Well, at least semua bisa jalan dengan lancar di Lenovo Ideapad 300S, meski kadang Ubuntu Mate ngadat tidak menampilkan menu. Perlu diingat bahwa tulisan ini buka tutorial apalagi untuk pemula. Jika ada pertanyaan atau komentar silakan langsung kontak saya atau tulis di kolom komentar di bawah.

Sumber lain : http://www.everydaylinuxuser.com/2015/11/how-to-install-ubuntu-linux-alongside.html