Saturday, October 1, 2016

Cara Instant Menghasilkan Uang



Tak bisa dipungkiri bahwa kita membutuhkan harta (baca:uang) dalam kehidupan ini. Bahkan untuk ibadah pun tak bisa terlaksana jika tanpa harta. Untuk Sholat minimal dibutuhkan pakaian untuk menutup aurat disamping dibutuhkan masjid. Apalagi untuk Zakat maupun naik Haji. Semua membutuhkan uang. Kita juga wajib menjemput rizki untuk menafkahi keluarga kita.

Namun sebagai muslim kita wajib mencari kejelasan dari mana harta itu akan kita dapatkan dan dengan cara apa. Belum lagi nanti kita harus pertanggungjawabkan ke mana harta itu kita habiskan. Jangan sampai hanya karena mengejar dunia sampai kita melupakan akhirat. Tak jarang orang menipu saudaranya untuk mendapatkan harta. Ironisnya mereka menipu orang yang juga ingin mendapatkan harta dengan cara instant tanpa bersusah payah.
Dari Abu Hurairah Ra. ia berkata: Bersabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam; "Akan datang suatu zaman di mana seseorang tidak mempedulikan darimana ia mendapatkan harta, apakah dari sumber yang halal ataupun haram." (HR. Nasa'i).

Cara yang marah dipakai akhir-akhir ini adalah dengan iming-iming "investasi" dengan menyetorkan uang satu juta nanti akan mendapat pengembalian dua juta dalam waktu tertentu. Ada yang menggunakan money game dimana syarat untuk mendapat pengembalian uang adalah dengan mengajak orang lain untuk "ikut berinvestasi". Sadarkah kalian bahwa uang yang diberikan itu adalah uang setoran dari anggota yang baru bergabung? jadi di mana letak investasinya?

Ada lagi dengan cara yang lebih sadis. Uang setoran akan dikembalikan berlipat tanpa syarat apa pun. Lalu dari mana uang itu didapatkan untuk mengembalikannya? Ya berasal dari orang yang setor kemudian. Biasanya dengan teknik ini pesertanya cepat berkembang tapi tak lama kemudian penyelenggaranya pasti akan melarikan diri.

Sedangkan cara yang saya bilang tradisional adalah dengan penggandaan uang. Biasanya cara ini efektif untuk masyarakat kelas bawah yang masih mudah ditipu. Akan tetapi saya tak habis pikir jika ada seorang Doktor lulusan Amerika, anggota ICMI dan MUI masih mempercayai adanya orang yang mampu menggandakan atau mendatangkan uang. Bahkan dia meyakini ada orang yang mengaku punya karomah mendatangkan uang. Amalan apa yang dilakukannya sampai bisa mendapatkan karomah tersebut? Di mana rasionalitasnya sebagai seorang yang terpelajar?

Ada beberapa hal yang orang awam pun tahu bahwa pasti ada sesuatu yang tidak beres dengan penggandaan uang atau mendatangkan uang.


  1. Hukum kekekalan massa. Sudah menjadi sunatullah bahwa semua benda tidak bisa muncul dengan sendirinya, dia hanya bisa berubah bentuk. Artinya adanya uang harus ada yang membuatnya dari kertas lalu diproses, atau berpindah tempat dari satu tempat ke tempat yang lain.
  2. Jika orang itu menggandakan uang artinya dia membuat uang tiruan dan karena uang yang beredar yang sah hanya uang yang dikeluarkan BI. Jika orang itu menggandakan uang dengan canggihnya sampai terlihat seperti uang asli artinya akan ada nomer seri yang sama sehingga sudah dipastikan itu uang palsu. Atau jika uang itu menggunakan nomor seri berbeda atau nomor seri baru berarti juga palsu karena tidak dikeluarkan BI. Keduanya membuat uang tersebut tidak ada harganya.
  3. Jika dia mendatangkan uang maka pertanyaannya itu adalah uang dari mana? atau itu uang siapa? jadi dalam hal ini adalah kasus pencurian.


Jadi... Masih pingin mendapatkan uang dengan cara instan? Ketahuilah bahwa rejeki kita sudah ditentukan sejak kita lahir, tugas kita hanya menjemputnya dengan cara-cara yang diridholi. Bagaimana dengan bekerja? Niati dengan ibadah, apa pun hasilnya kita tetap mendapatkan pahala.

Muhasabah Diri


Waktu berlalu begitu halus menipu kita yang terlena, belum sempat berdzikir pagi tau-tau hari sudah menjelang siang, belum sempat bersedekah pagi, matahari sudah meninggi.😑

Rencana jam 9 mau shalat Dhuha, tiba-tiba adzan Dzuhur sudah terdengar, pinginnya setiap pagi membaca 1 juz Al-Qur'an, menambah hafalan satu hari satu ayat, tapi ya itu, "pengennya itu" 😶

Komitmen tidak akan melewatkan malam kecuali dengan tahajud dan witir, sekalipun hanya 3 raka'at singkat, semua hanya rencana.😥

Akan terus beginikah nasib hidup menghabiskan umur ?, berhura-hura dengan usia ?😔

Lalu tiba-tiba masuklah usia di angka 30, sebentar kemudian 40, tak lama terasa menjadi 50, dan kemudian orang mulai memanggil kita dengan sebutan "Kek... Nek..." pertanda kita sudah tua.😞

Lalu sambil menunggu ajal tiba, sejenak mengintip catatan amal yang kita ingat pernah berbuat apa ... ???.😕

Astaghfirullah…  ternyata tak seberapa, !!! sedekah dan infaq cuma sekedarnya, mengajarkan ilmu tak pernah ada, silaturrahmi rusak semua.😨

Jika sudah demikian, apakah ruh ini tidak akan melolong, meraung, menjerit menahan kesakitan disaat harus berpisah dari tubuh pada waktu sakaratul maut...???.😢

Tambahkan usiaku ya Allah...!!! , aku butuh waktu untuk beramal dan berbekal sebelum Kau akhiri ajal.😩

Belum cukupkah menyia-nyiakan waktu selama 30, 40, 50 atau 60 tahun ?, 😓

Butuh berapa tahun lagikah untuk mengulang pagi, siang sore dan malam hari, butuh berapa minggu, bulan, dan tahun lagi agar bisa mempersiapkan diri untuk siap mati. 😣

Tanpa kita pernah merasa kehilangan waktu dan kesempatan untuk menghasilkan pahala di setiap detiknya, maka 1000 tahunpun tidak akan pernah cukup bagi orang orang yang terlena...😭

Astaghfirullah.....